Bahan Peredam Suara

Perbandingan Bahan Peredam Suara Glasswool, Rockwool, dan Acourete Fiber

Kita membutuhkan bahan peredam suara untuk mengatasi dua masalah, yaitu menginsulasi gangguan suara ataupun menyerap pantulan suara. Bahan peredam suara yang banyak tersedia dan biasa digunakan untuk keperluan tersebut adalah glasswool, rockwool, fiber, busa telur, gabus, foam, dan sebagainya. Untuk menginsulasi kebocoran suara, bahan peredam suara dipasang di celah udara antara dua partisi. Sedangkan, untuk meredam pantulan suara, bahan peredam suara dipasangkan menghadap sumber suara.

Berikut perbandingan spesifikasi teknis tiga bahan peredam suara yang umum digunakan di pasaran seperti glasswool dan rockwool banding peredam suara dengan teknologi terkini / standart internasional, yaitu Acourete Fiber.

Partisi kelar!!!
Partisi kelar!!!

1. Karakteristik Glasswool

Glasswool adalah bahan peredam suara yang berbahan dasar serat kaca. Ciri-ciri Glasswool seperti selimut tebal berwarna kuning. Glasswool dijual eceran dalam bentuk lembaran dan dalam kuantitas besar dalam bentuk roll. Glasswool memiliki ketebalan 25mm–50mm dengan densitas permukaan mulai dari 25g/m2 sampai dengan 75g/m2.

Ada dua jenis glasswool yang dijual di Indonesia, yaitu glasswool tanpa brand dan glasswool branded. Di pasaran Indonesia, yang banyak di jual adalah glasswool tanpa brand yang tidak memiliki sertifikasi keamanan api maupun keamanan bagi lingkungan. Glasswool lokal biasanya dipakai di proyek dengan anggaran tidak terlalu tinggi karena harganya yang cukup ekonomis.

Pada saat pengaplikasiannya, glasswool sering kali rontok dan menempel di kulit sehingga menyebabkan kulit gatal atau perih seperti tertusuk jarum. Apabila serbuk kaca tersebut tersedot masuk ke paru-paru, akan melukai serabut paru-paru yang halus. Serabut tersebut tidak bisa dikeluarkan dengan cara apa pun juga.

Glasswool berfungsi meredam suara dan dapat menginsulasi panas. Glasswool juga bersifat menyerap uap air. Dalam keadaan lembab, kemampuan meredam suara glasswool menjadi berubah. Glasswool yang lembab akan berjamur dan beratnya menjadi 5-7x berat aslinya. Kelembaban glasswool juga berdampak pada umur yang mana glasswool akan mudah menjadi lapuk dan hancur seperti pasir.

2. Karakteristik Rockwool

Rockwool adalah bahan peredam suara yang terbuat dari bahan dasar bebatuan. Ciri-ciri rockwool seperti selimut tebal berwarna abu-abu atau kuning. Rockwool dijual eceran dalam bentuk lembaran dalam kuantitas besar dalam bentuk roll atau lembaran berkemasan plastik. Rockwool memiliki ketebalan mulai dari 25mm-100mm dengan densitas permukaan mulai dari 30g/m2-100g/m2.

Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang dirancang untuk meredam suara dan isolasi terhadap panas. Terdapat dua jenis rockwool di pasaran Indonesia, yaitu rockwool tanpa brand dan rockwool impor branded. Perbedaan harga antara rockwool branded dan tidak branded cukup jauh. Rockwool tidak branded memiliki kualitas yang kurang baik untuk dipakai pada proyek yang mensyaratkan keamanan dan kesehatan. Bahan peredam suara ini biasanya dipakai di proyek dengan anggaran tidak terlalu tinggi karena harganya yang mahal.

3. Karakteristik Acourete Fiber

Acourete Fiber adalah bahan peredam suara berbahan dasar serat sintetis (polypropylene). Ciri-ciri Acourete Fiber yaitu berwarna putih dengan lebar 1.5m dan tebal mulai dari 4mm-10mm. Acourete Fiber adalah bahan peredam suara dengan beragam kepadatan permukaan mulai dari 300, 600, 800, sampai dengan 1000g/m2. Dengan kepadatan permukaan yang mencapai 1000g/m2, Acourete Fiber memiliki kekuatan serap suara yang kurang lebih baik dibandingkan bahan peredam lain yang tebalnya 100mm.

Pada saat diaplikasikan, Acourete Fiber tidak rontok sehingga kebersihan ruangan dapat terjaga. Selain itu, karena bahan dasar Acourete Fiber adalah serat sintetis, maka bahan ini tidak menyimpan uap air. Karena tidak menyimpan uap air, Acourete Fiber tidak berjamur dan tidak berubah karakteristik penyerapan suara sehingga umurnya mampu bertahan jauh lebih panjang.

Acourete Fiber telah diuji di laboratorium internasional dan telah mendapatkan sertifikat bebas alergi, bebas bahan beracun, tidak gatal, aman terhadap risiko kebakaran, dan tidak menyerap uap air, serta memiliki ketahanan selama bertahun-tahun. Bahan peredam suara ini biasanya dipakai di proyek yang mengutamakan kualitas dan kesehatan.

Demikian perbandingan dari ketiga bahanperedam suara yang kerap kali digunakan. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.