Pertimbangan Pemilihan Lantai

Hal – Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Keramik Rumah

Selain Laingit –langit dan dinding, beberapa faktor turut mendukung sebuah desain interior untuk terlihat menarik. Tentunya lantai merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan. Kadang untuk mempermudah proses pengerjaan sebuah interior, semua ruang yang ada di dalam rumah menggunakan bahan lantai yang sama. P

adahal memilih material lantai seperti keramik atau granit haruslah sesuai dengan fungsi serta apa saja yang ada di ruang tersebut. Bukan hanya itu saja, nanum harus disesuaikan dengan konsep yang diinginkan sangat menentukan dalam pemilihan material lantai untuk sebuah ruangan. Beberapa Faktor yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Misalnya saja rumah klasik.

Pilihan lantai yang paling cocok adalah lantai marmer dengan warna netral seperti, cream. Sedangkan untuk desain rumah modem serta minimalis, lebih cocok menggunakan lantai dari bahan granit. Alasannya terletak pada corak granit yang berbintik-bintik kecil, terkesan lebih sederhana dibandingkan dengan corak urat pada marmer yang tentunya lebih besar.

2. Selain konsep ruang yang akan ditentukan, pertimbangan lain adalah fungsi sebuah ruang itu sendiri.

Contohnya kamar anak-anak, paling aman menggunakan lantai yang dilapisi dengan karpet. Dikarenakan teksturnya yang tidak terlalu keras dan bisa lebih mengurangi resiko jika suatu saat anak terjatuh. Alternatif lainnya adalah papan kayu, parkit, atau penggunaan vinyl.

3. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah pemanfaatan ruang.

Artinya aktivitas yang ada di ruang tersebut melibatkan air atau tidak. Untuk area yang kering biasanya tidak butuh lantai khusus. Namun, untuk area basah, pilihlah material yang nonpoles atau tidak dipoles. Ini bisa dilihat dari tekstur yang kasar dan warnanya tidak terlalu mengkilap. Kalau area kering dan basah berdekatan, maka bisa kita gunakan bahan yang sama, tetapi salah satu ruangan harus dipoles, sementara ruangan yang satunya lagi tidak dipoles.

4. Jika Rumah Anda tingkat 2 maka ruang di lantai 2 yang aktivitasnya cukup padat,

pemilihan material lantai haruslah lebih cermat. Suara langkah seseorang di lantai dua bisa menjadi sangat mengganggu penghuni di bawahnya. Kayu merupakan material yang berbunyi dan mengganggu ketika ada orang melangkah di atasnya. Karena itu, hindarilah menggunakan material kayu, sebisa mungkin gunakan materal yang berbasis beton dan jika perlu dilapisi karpet.

5. Untuk lantai berbahan kayu perawatannya sangatlah sulit.

Oleh karena itu tidak disarankan menggunakan lantai dari bahan ini untuk ruang dengan aktivitas cukup banyak. Ini bisa diakali dengan parket kayu yang mempunyai corak mirip seperti serat kayu, tapi lebih mudah untuk dirawat.

6. Menggunakan material lantai yang berbeda juga bisa membantu pemisahan ruang, baik berdasarkan fungsi maupun konsep.

Misalnya saja ruang keluarga dan ruang makan yang sering digabungkan. Kedua ruang ini dapat menggunakan lantai dengan bahan yang sama tapi dengan warna berbeda. Atau, sebaliknya yakni bahan yang berbeda dengan corak yang sama. Bisa juga dengan permainan pola. Yaitu dengan cara menambahkan border / garis tepi atau batas dengan bahan yang sama tapi beda warna. Border lantai ini bisa disesuaikan dengan selera serta kreatifitas arsitek / desainer maupun keinginan pemilik itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.