Panduan merancang lemari anak yang nyaman, aman, dan dapat mengikuti tumbuh kembang
Beberapa waktu lalu, kami menerima permintaan dari seorang klien untuk membuat lemari kamar anak minimalis. Meskipun tidak bersifat mendesak, klien berharap proses pengerjaan dapat di selesaikan lebih cepat agar kamar anaknya segera tertata dengan rapi. Oleh karena itu, kami langsung menyesuaikan jadwal produksi dan mengerjakan proyek tersebut secara efisien.
Selain itu, klien juga memberikan permintaan khusus, yaitu menambahkan gambar karakter favorit anak pada bagian depan lemari. Sementara itu, untuk detail lainnya, klien mempercayakan sepenuhnya kepada kami. Dengan demikian, kami dapat mengoptimalkan desain agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional.
Berdasarkan pengalaman tersebut, kami ingin membagikan beberapa tips penting yang dapat Anda terapkan saat merancang lemari kamar anak.
Menentukan Ukuran Lemari Sesuai Usia Anak
Pertama-tama, Anda perlu menyesuaikan ukuran lemari dengan usia dan tinggi anak. Secara umum, Anda sebaiknya tidak membuat lemari terlalu tinggi agar anak dapat menjangkau isinya dengan mudah.
Sebagai panduan, tinggi lemari ideal berada di kisaran 160–180 cm. Namun demikian, Anda dapat menyesuaikannya kembali jika anak sudah beranjak dewasa. Dengan demikian, lemari tidak hanya nyaman di gunakan, tetapi juga mendukung kemandirian anak.
Melibatkan Anak dalam Proses Desain
Selanjutnya, Anda sebaiknya melibatkan anak dalam proses perencanaan desain. Jika anak sudah mampu berkomunikasi dengan baik, ajak ia berdiskusi mengenai warna, bentuk, maupun tema yang di inginkan.
Dengan cara ini, Anda tidak hanya menciptakan lemari yang sesuai kebutuhan, tetapi juga memberikan rasa memiliki kepada anak. Selain itu, anak akan merasa lebih senang dan nyaman menggunakan lemarinya sendiri.
Mengatur Kompartemen agar Mudah Dijangkau
Berikutnya, Anda perlu memperhatikan pembagian kompartemen dalam lemari. Pastikan setiap bagian mudah di jangkau oleh anak agar ia dapat menggunakannya secara mandiri.
Misalnya, Anda dapat menempatkan gantungan baju pada ketinggian sekitar 140 cm. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan laci pada ketinggian sekitar 60 cm dari lantai agar mudah di buka. Dengan demikian, anak dapat mengambil dan menyimpan barang tanpa kesulitan.
Menggunakan Rak yang Fleksibel
Kemudian, Anda dapat menggunakan ambalan atau rak yang fleksibel dan dapat dipindah. Mintalah pembuat lemari untuk menggunakan sistem pin agar posisi rak dapat diatur ulang sesuai kebutuhan.
Selain itu, Anda juga perlu memastikan ketebalan rak minimal 18 mm agar tidak mudah melengkung saat digunakan dalam jangka panjang. Dengan begitu, lemari akan tetap kokoh dan tahan lama.
Mengoptimalkan Desain agar Menarik
Selain fungsi, Anda juga perlu memperhatikan tampilan desain lemari. Anda dapat menambahkan elemen dekoratif seperti stiker karakter favorit anak atau motif tertentu yang di sukai.
Di sisi lain, Anda juga bisa mengambil inspirasi dari berbagai referensi desain yang tersedia. Kemudian, Anda cukup menyerahkan referensi tersebut kepada tukang untuk diwujudkan. Dengan demikian, Anda dapat menciptakan lemari yang tidak hanya menarik, tetapi juga sesuai dengan selera anak.
Memilih Material yang Tahan Lama dan Mudah Dimodifikasi
Terakhir, Anda sebaiknya memilih material yang kuat dan tahan lama, seperti plywood. Material ini tidak hanya lebih kokoh, tetapi juga memungkinkan Anda untuk melakukan perubahan di masa depan.
Misalnya, saat anak tumbuh besar, Anda dapat menambahkan bagian lemari, mengubah posisi gantungan, atau menyesuaikan laci. Selain itu, Anda juga dapat mengganti lapisan HPL untuk memperbarui tampilan lemari tanpa harus membuat yang baru. Dengan demikian, Anda dapat menghemat biaya sekaligus memperpanjang masa pakai furniture.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Anda dapat menciptakan lemari kamar anak yang ideal dengan memperhatikan ukuran, fungsi, desain, dan material. Selain itu, Anda juga perlu melibatkan anak serta mempertimbangkan fleksibilitas penggunaan dalam jangka panjang.
Dengan perencanaan yang tepat, lemari tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi bagian penting yang mendukung kenyamanan dan perkembangan anak.

