Kontraktor Interior

MENGHADAPI KLIEN YANG MUDAH BERUBAH-RUBAH DALAM BISNIS KONTRAKTOR INTERIOR

Hampir semua kontraktor interior pasti pernah atau akan merasakannya.. bukan hanya di dunia interior tapi juga di hampir semua bisnis juga merasakannya. Pasti kita pernah menemui, klien yang membuat kita BeTe, kesal, dsb… mebel sudah jadi terpasang, tiba-tiba minta dirubah. Entah warnanya lah salah, bentuknya kurang tinggi/pendek, posisinya ternyata salah… duuh… ampun dah. Sudah gitu penyampaiannya bikin juteg ditambah lagi pelit dan mbayarnya telat-telat, lengkap deh penderitaan. Mungkin ini klien zaman Now kali yah…

Kadang akan sangat melegakan jika kita bisa membalas perlakuannya tapi hati-hati dengan sikap kita lho.. Kalau terbawa emosi ujung2nya pasti nggk enak, hubungan dengan klien jadi renggang padahal kita baru aj mulai bekerja sebagai kontraktor interiornya..

Tapi ada juga jenis klien, cara menyampaikan permintaan perubahannya sangat santun. Mereka paham dengan yang kita rasakan tetapi perubahan ini sangat penting agar mereka tidak menyesal saat pekerjaan selesai nantinya. Intinya agar sama-sama puas lah.. Mereka pun bersedia membayar biaya tambahannya jika ada.

Kalau dapat klien begini Alhamdulillah,..  semua senang – kontraktor interior dan khususnya para teknisinya pasti bersedia ikhlas mengerjakan apapun keinginan klien.

Gimana pun juga, konsumen adalah raja. Kepuasan mereka penting sekali untuk kelangsungan bisnis kita di masa depan, mereka puas pasti akan ngomong ke yang lain. Ini sudah hukum bisnis yang gk perlu dibahas lagi. Kita sebagai kontraktor interior adalah penjual jasa, wajar jika ada kesalahan dalam jasa yang kita jual.

So, gimana cara menghadapi klien yang mudah berubah-rubah? Plus, menjaga kewarasan kita agar tidak termakan emosi. Nah menurut kami ada 4 point penting yang harus kami bahas dalam artikel ini.

  1. Antisipasi

Lakukan langkah antisipasi terkait sikap berubah-rubahnya klien dengan cara :

  • Selalu libatkan klien dalam setiap tahapan desain/perencanaan – bersikaplah lebih detail
  • Pastikan klien menyetujui semua detail terkait desain /gambar kerja yang akan dibuat, bila perlu sediakan kolom untuk paraf klien
  • Bagus jika Anda selalu membiasakan membuat kontrak kerja pekerjaan interior dalam setiap proyek. Buat point khusus mengenai masalah perubahan-perubahan di lapangan, apa saja kebijakan Anda dan bagaimana prosedurnya jika terjadi.
  • Jika tidak ada kontrak, pastikan Anda menyampaikan sebelum kerja bahwa setiap perubahan (selain kesalahan dari kontraktor interior) akan ada biaya tambahannya
  1. Sekali lagi – Beri atensi khusus pada gambar/desain rencana

Kunci dari semua masalah perubahan klien sebenarnya bisa diminimalisir pada rencana kerja kontraktor interior. Seringkali klien bersikap “saya ikut bpk aj yang lebih ahli”, seakan2 menyerahkan sepenuhnya pada kontraktor interior akan 100% benar. Padahal nantinya mereka sendiri yang akan menggunakan hasil pekerjaan kita, selera mereka pasti beda dengan kita. Lah,. pas begitu jadi trus liat langsung hasilnya mereka ngomel2, ada aja masalahnya. Kalau saja dari awal mereka lebih terlibat paling tidak bisa meminimalisir terjadinya perubahan di lapangan.

Tapi klien tidak juga salah, memang kita sebagai kontraktor interior nya lah yang harusnya lebih gigih dalam hal ini. Kita memang harus lebih proaktif karena kalau terjadi perubahan nanti yang sakit ya kita sendiri. Klien mah enak tinggal tunjuk2 dan ngomong aj..

Anda mungkin bisa coba dulu beberapa saran kami dibawah ini:

  • Butuh orang khusus untuk melayani semua kebutuhan klien terkait desain. Tepatnya, seorang desainer 3D level intermediate yang berpengalaman minimal menggunakan program Sketchup atau 3Dmax.
  • Bagus lagi jika si desainer sudah mengetahui “bagaimana biasanya” terkait dengan standar ukuran/posisi dalam pekerjaan interior.
  • Kami kira salah satu syarat menjadi kontraktor interior memang harus deh punya desainer 3D. Bila Anda yang membaca artikel ini adalah seorang pengusaha di bidang interior nah minimal Anda sendiri harus menguasai program 3D.
  • Bawa saja laptop ke depan klien dan buka filenya, kita harus membantu klien agar dapat memiliki gambaran yang lebih jelas terkait dengan pekerjaan ini. Presentasi yang lebih baik bisa juga Anda lakukan dengan menggunakan screen dan proyektor.
  • Berikan juga kepada klien hasil desain dalam bentuk print out (proofing) agar saat revisi klien bisa langsung mencoret2 kebutuhannya dikertas itu. Kertas ini nantinya juga akan menjadi bukti bagi kita jika ada masalah dikemudian hari.
  • Jika sudah melakukan diatas sepertinya Anda sudah berusaha maksimal untuk mengantisipasinya. Tetapi jika masih saja terjadi, ya anggap saja belajar lagi dari pengalaman. Berdasarkan pengalaman kita terapkan solusi baru terkait antisipasi masalah perubahan2 klien dalam dunia pekerjaan kontraktor interior. Menjadi kontraktor interior yang sukses harus selalu berkembang ke depan, isu kepuasan klien ini adalah point penting bagi kesuksesan kita.
  1. Pekerjaan Tambah Kurang

  • Buat addendum, menurut Wikipedia adalah istilah dalam kontrak atau surat perjanjian yang berarti tambahan klausula atau pasal yang secara fisik terpisah dari perjanjian pokoknya namun secara hukum melekat pada perjanjian pokok itu.
  • Model addendum bisa Anda buat dalam bentuk daftar/list dengan kolom apa pekerjaan tambah/kurangnya dan berapa biaya yang disepakati plus tandatangan klien.
  • Jadi addendum ini dibuat berjalan seiring dengan progress proyek interior berjalan. Setiap kali ada perubahan, isi lagi daftarnya.
  • Pada saat akhir pekerjaan maka nilai total dari semua di daftar addendum adalah nilai yang harus dibayar oleh klien. Anda bisa lampirkan addendum sebagai dokumen tambahan yang Anda gunakan dalam penagihan pelunasan.
  1. Mulutmu Harimaumu

Gara2 salah kalimat atau intonasinya.. bisa2 muncul masalah yang tidak perlu dalam proyek interior kita. Para teknisi kita harus kita pesanin bener2 sebelum bekerja di lokasi/rumah klien. Mereka lah ujung tombak kita, kami sering mengalami ini.

Saat klien datang mendadak, sales/marketing tidak mendampingi dan klien langsung seenaknya menunjuk2 dan mengomentari. Teknisi jg langsung spontan merespon dengan sikap yang tidak baik.. akhirnya berabe dah.. sudah bisa nebak akhirnya.

Atau, kita sebagai kontaktor interior juga bisa jadi oknumnya. Saat meninjau bersama, klien meminta perubahan dengan cara bicara atau kalimat yang kurang pas dihati, seakan2 tidak menghargai hasil kerja kita. Nah lho.. kalau iman nggk kuat bisa juga kita yang keceplosan. He3x..

Intinya, hati-hati lah dalam berbicara.. saat klien complain/meminta perubahan dengarkan saja dulu secara seksama. Jika Anda terjebak emosi, bisa dialihkan dengan ;

  • ambil pulpen dan kertas, catat/gambarkan hal-hal yang disampaikan klien
  • mengambil foto di bagian yang mereka masalahkan
  • selalu ingat bahwa kita harus selalu belajar untuk memuaskan klien dan ini adalah saat yang tepat untuk belajar
  • Tarik nafas dan katakan, “baik pak/bu, kami catat dulu semua permintaannya selanjutnya akan kami bicarakan dahulu dengan teknisi apakah ada cara yang tepat untuk mengerjakannya tanpa menimbulkan BIAYA? (ditekankan tuh masalah biaya he3x.. spy klien tahu bahwa semua perubahan juga tetap harus dibayar)

Mungkin ini saja yang bisa kami sampaikan pada artikel ini. Jika Anda suka artikel ini, kami akan sangat berbahagia jika Anda bisa share pada yang lain. Atau jika suka dengan artikel ini, silahkan copas dan kami sangat berterimakasih sekali jika web Anda bisa nge-link dengan web kami. Yuk silataruhmi..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *